Ternyata Mimpi Memang Mimpi
Apa yang pernah ku ragukan tentang satu kata kini benar ternyata
Siapa dirimupun ku tak jelas mengetahinya
Bahwa semua ini hanya "mimpi" benar adanya
Terimakasih untuk semuanya
Kamu memang baik
Kamu memang hebat
Kamu memang segalanya, dan
Kamu memang "mimpi"
jangan memikirkan apa yang di lakukan orang lain ke kita akan tetapi pikirkan apa yang sudah kita lakukan utuk orang lain
Minggu, 02 Januari 2011
Sabtu, 01 Januari 2011
pesan dari Roman
Hati yang teramat sakit....memaksaku untuk pergi dan berlalu....kau sdh menjadi kenangan bagiku....karena telah kau siakan waktumu yang seharusnya ada untuk cinta ini,maaf atas semuanya sayank.....hati ini sungguh tidak lagi sanggup menjagamu.....cinta ini tak lagi mampu kendalikan inginmu,keinginanku sudah tercapai karena kau kini telah kembali pada duniamu....kembali pada dirimu yg dulu....aku yg gagal membawamu ke arah yg lebih baik...maafkan q sayank..maaf kan cinta ini maafkan juga hati ini......semoga dan semoga semua akan indah pada akhirnya .............Wassalamu'alaikum
Kamis, 30 Desember 2010
tak ada guna
salah beraksi
tak bisa berkarya
selalu mengandalkan orang lain
sekalu bikin orang lain kecewa, susah, gak nyaman
dimana pisitifnya?
kalaupun kadang bisa berpikir jernih, penyampaiannya yang kurang tepat
memang percuma, tak berguna
pergi adalah jawaban
daripada menambah masalah/beban orang lain
tapi jangan mati dulu
karna masih ada yang membutuhkan
tak bisa berkarya
selalu mengandalkan orang lain
sekalu bikin orang lain kecewa, susah, gak nyaman
dimana pisitifnya?
kalaupun kadang bisa berpikir jernih, penyampaiannya yang kurang tepat
memang percuma, tak berguna
pergi adalah jawaban
daripada menambah masalah/beban orang lain
tapi jangan mati dulu
karna masih ada yang membutuhkan
perasaanku saat ini
Tak tahu ekspresi apa yang seharusnya ku ungkapkan kini,
karna MUNGKIN tak ada lagi kata atau perbuatan yang bisa merubah semua ini.
Selalu salah memang ku bertindak,
tak pernah tanggap memang ku terhadap setiap kejadian.
Kalaupun nasi sudah menjadi bubur, ku hanya ingin menikmatinya dengan sebuah keikhlasan dari hati.
Karena tak ada sesuatu yang menyenangkan di dunia ini kecuali atas ketulusan untuk menerima sesuatu yang datang.
Hanya rasa dan kata "terima kasih" lah yang bisa ku ungkapkan untuk ini,
karna keterbatasan dan ketidakmampuanku untuk bisa menjadi lebih
Perasaan bahagia, sedih, kecewa juga haru jadi satu seperti jamu,
dan kini ku harus bisa menerima semua anugrah ini
Ku akan tetap mengenang ini sebagai sebuah pengalaman yang tak terlupakan
ngiler
menguap ketika kantuk datang.....
g da lain dan bukan itu akibat dr ngantuk
ngantuk bs d rasakan nikmat kalo mank lg pgn tidur. tapi banget nyiksa utk yg lg pgn melek
apa? apa yg bs jd obat kalo dh bnr2 ngantuk?
kopi? rokok? ato pesbuk?
yang pasti jwbnya adl tdr
palagi yg doyan tdr
kalo mulut udah melompong berarti sdh pulas pake banget tdrnya
apalagi d tmbah dg mengalirnya air liur
dg kata kerennya NGILER hmm sempurna sdh kenikmatan itu
hikz!!! ternyata Tuhan Maha Murah
hanya NGILER aja nikmatnya udh tak terbandingkan
:)
sll mensyukuri nikmatnya apapun bebtuknya
kelebihan ato kekurangan akan menjadi nikmat bila pandai mensyukuri
*****************
g da lain dan bukan itu akibat dr ngantuk
ngantuk bs d rasakan nikmat kalo mank lg pgn tidur. tapi banget nyiksa utk yg lg pgn melek
apa? apa yg bs jd obat kalo dh bnr2 ngantuk?
kopi? rokok? ato pesbuk?
yang pasti jwbnya adl tdr
palagi yg doyan tdr
kalo mulut udah melompong berarti sdh pulas pake banget tdrnya
apalagi d tmbah dg mengalirnya air liur
dg kata kerennya NGILER hmm sempurna sdh kenikmatan itu
hikz!!! ternyata Tuhan Maha Murah
hanya NGILER aja nikmatnya udh tak terbandingkan
:)
sll mensyukuri nikmatnya apapun bebtuknya
kelebihan ato kekurangan akan menjadi nikmat bila pandai mensyukuri
*****************
hanya ilusi
tak ada lagi yg bs ku lht ttgmu
semua tlah kau tutup rapat untukku
pintu, jendela dan semua celah tak ada yang tersisa
sengaja kau sembunyi dariku
namun ku masih ingat
ku ingat akan semua janji yang SERING tertinggal
mgknkah itu hanya mimpiku?
atau kau sengaja beri harapan semu?
ahhhhh. ......
tak tahu aku akan jln fikiran itu
hentikanku dlm bayang ini
dorong aku ke tempat yang seharusnya
jauhkan aku dari semua bayang tentangmu
karna engkau hanya ilusi
semua tlah kau tutup rapat untukku
pintu, jendela dan semua celah tak ada yang tersisa
sengaja kau sembunyi dariku
namun ku masih ingat
ku ingat akan semua janji yang SERING tertinggal
mgknkah itu hanya mimpiku?
atau kau sengaja beri harapan semu?
ahhhhh. ......
tak tahu aku akan jln fikiran itu
hentikanku dlm bayang ini
dorong aku ke tempat yang seharusnya
jauhkan aku dari semua bayang tentangmu
karna engkau hanya ilusi
Sabtu, 25 Desember 2010
bunda
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi balita kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu
Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda
Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi balita kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu
Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda
Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu
Langganan:
Postingan (Atom)