Jumat, 26 November 2010

jurang hati

Hilang jiwaku dalam keheningan
Tersudut dalam kehampaan jurang kenistaan
jurang keterpurukan
langit kegelapan
gelegar sang langit dalam kemendungan
kilatan dewa petir menghujam
aku tetap mendongak ke atas
melihat begitu suramnya pandanganku
dalam khayalku jengkal jariku
aku merasakan……., hanya sejengkal aku berdiri dari suramnya
kehidupan didepanku
aku tak ingin terjatuh dalam jurang-jurang itu
aku ingin menemukan jurang kebahagian
jurang harapan
bukan Jurang yang menerakakan diriku
dan tak memberiku kesempatan untuk melihat
kesyurgaan dunia ini

sastra jenuh

Membongkar kata kata, berantakan….
Memporak porandakan susunan susunannya.
Memilih setiap kata kata yang ada….
Mencari kata kata yang bermakna…
Merangkum,menyusunnya menjadi kata sastra…
Ah…. Susah,susah juga ternyata
Mudah tangan membalikkan telapaknya…
Kenapa tidak untuk mencipta sastra…?
Hanya sekedar merangkum kata kata berarti
Bukan untuk semua orang bisa dimengerti
Cukup bagi diri ini…
Wakil hati ini….,jembatan luapan hati ini
Ah…. Mudah kata terucap
Mudah kertas putih tertulis kata kata
Tapi….
Huh…. Ternyata begitu ternyata
Dari sastra yang terucap,begitu mudah terungkap
Tapi kenapa begitu susah tercatat dalam lembaran lembaran kertas putih,,?
Dan….
Dari  lamanya… kenapa begitu mudah kata kata berserakan
Tercampur dengan sampah,kerikil,batu,… begitu berantakan
Kenapa setiap kata kata yang terikat … begitu mudah lenyap
Sirna…. Tertindas hinaan kehidupan
Atau….
Ku hanya tak peduli lagi
Lagi lagi prosa tak mutu tercantum di layar monitor ini
Atau ku tanggalkan saja sastra tanpa makna
Bukan dan jangan jawabannya
Sastra begitu berarti dari arti kata seni
Meski hanya segenggam imajinasi, tapi itu ekspresi
 

mengerti apa???

Ini puisi, bukan puisi, puisi, tidak puisi, puisi, puisi, puisi. Mengerti apa arti puisi tak jelas terus di pahami, Dari mata menjulang kaki bertanya apa puisi apa puisi apa puisi. Tanpa hati sampai kepala bertahta lingkaran api terus mencari kemana di mana arti puisi. Puisi tak indak berlari mutiara kata, lahir di hulu hati bertebaran imajinasi tanpa tak pasti, bahasa cahaya kata bahasa jujur hati terajut benang seni lahir alami bersumber murni… sanubari. Pantas bila puisi indah kata rentetan antrian kata kata mutiara siap baca, pantas bila puisi prosa sajak memabuk pembaca menggontai terlena dari alunan irama kata kata …? Siapa tau arti puisi ku bertanya puisi, selalu puisi puisi puisi dan,.

maknai kami....tikus berdasi

Lagi lagi tikus berdasi lagi lagi menggarong negeri ini” Masyarakatku… bayarlah pajak tepat waktu, bukan untuk siapa siapa untuk kita semua.Dengan membayar pajak kita percepat laju pembangunan, Dengan membayar pajak kita tingkatkan kemakmuran dan kesejahteraan, dari kita untuk kita semuanya.” Entah alasan apa, alasan yang mana bisa kami terima memaksa percaya. Setelah nyata enak enakkan duduk di empuk kursi sofa, megah istana, mercedes benz, jaguar BMW ,VW , volvo mengisi garasi dari jerih payah kami. Kering keringat kami lagi lagi untuk tikus berdasi. Kami seperti terbuai mimpi janji terlontar dari mulut berisi penghianatan melulu.Diam mematung pemandang pameran kemewahan pengendara kesombongan. Berteriak serak kau lukis di kanvas berontak, Seolah hanya mengejar bayangan kelam melepuh lemah tengah himpitan kelam malam.Berkesinambungan dalam keputus asaan. Dirimu tikus tikus berdasi menutup mata dengan kaca berlian upaya palingkan masa depan, torehkan tinta jahannam bercecer menepi kertas kehidupan, lenteran cermin setan tanpa cula tak kasat mata bertengger di kursi kepemimpinan sisa zaman, alas tak di tanah kepala budak bawahan kehidupan kaki terinjak. Oi….. tikus tikus berdasi, tanpa sembunyi tak basa basi hari hari menimba di telaga air mata kami, jangan paksa kami mati berdiri seperti di kejar bubar waktu menuju jadi lagi lagi kembali… wujud asli tikus berdasi.

sajak untuk sahabat

Tak melepas satu kata kala melepas dengan dusta
Melepas kata dengan rasa, rasa bersemayam kasih cinta benihkan tali samar mata merengkuk puing patahan jiwa. Jiwa sahabat. Datang di masa tanpa asa deras curam air mata mongering kerompang telaga. Rasa itu… hadir tersendat lambat perlahan mendekat menjelma sahabat.Menaruh obor obor pembakar jelma setan, tak berserakan rapi di tata searah jalan. Memberi terang langkah gopoh langkah tanpa arah tak berpeta.
Terima kasih sahabat,….
Ku tak bisa membuatkan syair atau puisi indah yang bisa membuatmu terngiang ngiang karenanya, tapi kata kata di atas aku lepas dengan rasa, meski tak langsung ku kerjakan tapi ku selalu memikirkan,… arti dari pemberianmu.

negeriku

Melesat satu kata rasa damai cinta dari negeri seberang entah, kirim kembang mawar menghampar memenuh layar mana kala cahayanya meredup hanyut di antara ajang permainan kehidupan . Masih menggamang angan memangku kegelisahan pahit perih perjalanan kehidupan. Ia mawar menyerbu menyeruak seluruh isi kepala menggali imajinasi menjadi jadi puisi jadi. Di jiwa terkatup diam mencari kata kata terpajang di etalase kamar, mengeja membaca mengulang kata sama sederhana tetap sama.tetap memahami kata memberi arti mawar dari negeri seberang entah,.. sekilas sempat mawar merampas nurani hati keji benci, memecah belantara rahasia dunia, tak pernah tak mau tak membiarkan nafsu menggurui nafasku, langkahku, pemandanganku.
“ Baiklah ku beri arti sendiri dari mawar ini “ jangan tanya apa kenapa itu rahasia

anak jalanan

Senandung sendu meratap-ratap
memar tubuhnya membiru lagi
bibirnya kaku, dingin dan semu..
tapi lantunkan lagu cinta.
Tuhanku, adakah seseorang yang mampu menopang berat deritanya ?
Tuhanku, kirimlah seseorang untuknya.
Menaiki tangga mimpi
mengambil tiap lagu-lagu di langit
ingin temukan kedamaian..
mengais-ngais mimpi dari jalanan, yang kadang terbuang oleh orang yang menaiki mobil mewah.
semburat senyum tipis dari wajahnya
menyimpan keluguan misteri mimpi
yang akan terungkap nanti.
kamu, jangan berhenti bermimpi
aku akan selalu memberimu permata
yang menjadi doa pemimpin langkahmu.
Tuhan, walau semenit jadikanlah Ia orang paling bahagia sedunia.